PRELIMINARY GEDUNG TINGGI

PERENCANAAN AWAL STRUKTUR GEDUNG TINGGI TAHAN GEMPA (pembukaan materi) dimulai dari struktur bawah (tipe pondasi, sloof) hingga struktur atas (pelat, kolom, balok) dengan tetap memperhatikan beban dinding dan jenis atap yang dipakai A) PONDASI Tipe pondasi yang akan digunakan bergantung jenis tanah dan berfungsi menahan beban beban diatasnya. jenis tipe pondasi diantaranya : pondasi dangkal dan pondasi dalam. contoh pondasi dangkal (pondasi pelat setempat). B) SLOOF Tipe sloof untuk dimensinya sama seperti perencanaan balok. Pada sloof pembesian tumpuan dan lapangan memiliki jumlah besi yang sama (contoh : tumpuan 3 d12mm dan lapangan 3 d12mm). C) PELAT Tipe pelat untuk tebal lantai hunian digunakan 12 cm tergantung fungsi dan beban yang ada diatasnya. Untuk tebal pelat dak umum digunakan tebal 8cm-10 cm. Beban hidup pelat lantai 250 kg/m2 dan ditambah beban mati pelat akibat keramik, AC, ME. D) KOLOM Tipe kolom yang digunakan menahan balok dan beban vertikal diatasnya harus aman dalam perencanaan struktur (hubungan kolom kuat balok lemah). Persentasi besi kolom 1%-8%. E) BALOK Tipe balok yang direncanakan kuat untuk menahan beban di atasnya (contoh: beban dinding 250 kg/m2 x tinggi ruang 4 m = 1000 kg/m). F) ATAP GEDUNG Jenis atap yang direncanakan bergantung pada materi dan tipe atap yang akan dipasang.

Komentar